Header Ads

Gogon Meninggal, Inilah Pesan Terakhirnya...



Sebelum dikabarkan meninggal di Lampung, Selasa (15/5), Gogon Srimulat seakan punya firasat bahwa napas terakhirnya akan diembuskan usai pentas. Gogon meninggal setelah diajak tampil untuk sebuah acara yang berhubungan dengan Pilkada di Lampung.

Menurut Kadir, rekannya sesama personel Srimulat, pria 58 tahun itu meninggal karena serangan jantung.

Sebelumnya, Gogon sempat menyampaikan pesan terakhir pada asistennya, Item Sahifah.
Kata sosok kelahiran 31 Desember 1959 itu, "hidup tidak pernah bisa ditentukan." "Semua harus siap, dan kalau saya sewaktu-waktu setelah tampil meninggal, teman-teman media tolong dikabari, dan kalian semua yang rukun," ia melanjutkan, dalam bahasa Jawa.

Benar saja, Gogon meninggal setelah pentas bersama musisi campursari Didi Kempot. Jenazahnya langsung diterbangkan ke Solo, Jawa Tengah menggunakan pesawat terbang. Sang pelantun Stasiun Balapan itu pun mendampinginya.

Jenazah Gogon rencananya dimakamkan di kampung halamannya, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (16/5).
Sahifah menyampaikan informasi itu di rumah duka, Dukuh Bungur Ireng, Desan Bendan, Kecamatan Banyudono, Boyolali, seperti diberitakan Antara.

Jenazah dijadwalkan sampai di Boyolali pukul 15.00 WIB. Namun Gogon tidak akan langsung dimakamkan. Pemakamannya baru dilangsungkan di TPU desa setempat Rabu esok, sekitar pukul 11.00 WIB. Sahifah sendiri masih menunggu jenazah.

Sahifah mengaku mendapat kabar meninggalnya Gogon pertama kali dari putra sulung sang pelawak, Ari Mustika melalui pesan singkat. Ari kebetulan mendampingi ayahnya manggung di Lampung. "Mas, Papa meninggal," demikian bunyi pesan singkat itu.
Kantor berita Antara melaporkan, Sahifah menduga Gogon kelelahan. Selama 13 tahun mendampingi personel Srimulat itu, ia memahami bahwa banyak pekerjaan sering membuat Gogon kelelahan. Sebelum ke Lampung, Gogon memang pentas di Semarang dan Bandung.

Ia lalu sempat pulang sejenak ke Boyolali, namun langsung bertolak ke Lampung.

"Mas Gogon mengalami kecapaian karena bekerja. sering mengalami sesak napas. Mas Gogon itu seniman pekerja keras dan tidak pernah mengeluh," ujarnya di rumah duka. Gogon disebutnya sebagai sosok yang tekun dan tidak pernah merasakan lelahnya.

Pada 2016, Gogon sempat berkata ia sebenarnya sudah 'dipanggil' Tuhan. Namun saat itu semua orang menyangka konteksnya adalah bercanda. Ia pun disambut tawa.

"Pak Asmuni sebagai sesepuh sudah dipanggil, Pak Timbul dipanggil, kemarin belum lama Mas Mamiek juga sudah dipanggil," ujar Gogon sembari menangis. Ia melanjutkan sembari berseloroh dan disambut tawa, "Saya dipanggil, tapi saya enggak dengar."

No comments

Powered by Blogger.