Header Ads

PropellerAds

Ingin Mudik via Tol Trans Jawa? Simak Penuturan Salah Satu Warga Berikut Ini


Musim mudik sudah kembali tiba. Pasalnya, Ramadhan sudah di ujungnya dan tak lama lagi kaum muslim sedunia akan tiba di hari yang dinanti, tepatnya 1 Syawal 1439 H, apalagi kalau bukan Hari Raya Idul Fitri. Dan sudah jadi rahasia kalau mudik di kampung halaman jadi tradisi tahunan untuk hampir sebagian besar rakyat Indonesia.


Mengiringi mudik, sudah sangat sering kita mendengar cerita tentang pengalaman mereka-mereka yang musti didera perjalanan panjang dengan antrian mengular. Alhasil waktu tempuh dari satu kota dengan kota lainnya jadi lebih lama dari normalnya.

Seperti penuturan salah satu warga Ngingas Selatan, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Abdul Rochim yang diwawancara via telpon gengamnya,”anak saya, Ridho kalau mudik lebaran dari Jakarta-Surabaya bisa 21 jam, pernah dulu bahkan sampai 30 jam perjalanan dalam bus, macetnya itu yang bikin seperti itu”, demikian ungkapnya.

Jalur-jalur mudik memang dikenal sangat tak ramah di musim lebaran. Antrian bisa mengular sampai seperti diceritakan Abdul Rochim, tentang pengalaman anaknya pulang mudik dari Jakarta-Surabaya.
“Kemarin, saya coba pakai tol Trans Jawa, dari arah Surabaya ke Jakarta. Perjalanan lancar hampir gak ada macet”, demikian dia menambahi.

Ya, Abdul Rochim tahun ini memang lebih memilih untuk mendatangi anaknya ke Jakarta ketimbang harus menunggu di rumah di Surabaya. Dan hasilnya, dia mengaku tak mendapati kondisi macet berlebihan kala melintas via jalur Tol Trans Jawa yang baru diresmikan.

“Kira-kira makan waktu 14-15 jam untuk perjalanan Surabaya-Jakarta. Tapi sepertinya untuk jalur Jakarta-Surabaya lebih padat volume kendaraannya”, demikian Abdul Rochim menambahi.
Untuk ongkos sekali melintas via Tol Trans Jawa, pria yang adalah pemilik home industri di wilayah kawasan Waru ini juga menambahi,”habisnya (untuk ongkos) memang lebih mahal, saya kemarin pakai e-money kisaran 400-500 ribuan”.
Sementara, untuk uang bensin, Abdul Rochim mengaku mesti merogoh kocek sampai kisaran 600 ribuan.”Waktu berangkat, saya isi 200 ribu, lalu nambah lagi 80 ribu, dan terakhir 300 ribu”.

Meski mengaku lelah dengan perjalanan sejauh itu, namun dia mengaku cukup senang untuk melintas Tol Trans Jawa. Dengan cara itu, dia bisa dengan segera tiba di Jakarta tempat kediaman anak sulungnya.

“Saya berangkat senin (11/6) sekitar jam enam pagi (06.00 wib), sampai sini (Jakarta) kisaran sembilan malem (21.00)”, lanjutnya.”Saat ini sudah di rumah anak, mau istirahat dulu karena capek perjalanan dari Surabaya ke sini (Jakarta), demikian pungkasnya menutup pembicaraan”.

Dari pengalaman Abdul Rochim, Tol Trans Jawa setidaknya bisa dipilih pemudik sebagai alternatif jalur Pantura yang normal dilewati. Setidaknya, waktu tempuh bisa lebih berkurang. Ada selisih antara 2-3 jam lebih cepat ketimbang lewat jalur non-tol. (sumber:www.merdeka.com)

No comments

Powered by Blogger.