Penjual Telor Asin Brebes Keluhkan Turunnya Omzet Musim Mudik 2018 Ini


Tol Trans Jawa sudah dibuka untuk musim mudik 2018 ini. Pemudik yang biasanya lewat Pantura dan kerap didera macet berkepanjangan sejak keluar dari arah Jakarta sampai kota-kota tujuan di Jawa Tengah juga Jawa Timur mungkin sedikit bisa bernafas lega.

ilustrasi telur asin @merdeka.com

Mungkin disatu sisi pemudik bisa bernafas lega menikmati lancarnya perjalanan mudik di tahun ini. Tapi tak demikian dengan para pedagang di kawasan-kawasan yang biasa dilewati oleh para pemudik.
Pedagang umumnya mengharapkan adanya kenaikan omzet dari penjualan oleh-oleh khas daerah. Seperti misalnya, olahan telur Asin dan Bawang Merah di kota Brebes.

Hal tersebut dikemukakan oleh salah satu penjual telur Asin dan Bawang Merah khas Brebes, Sofiatun (45). Wanita yang sehari-hari berjualan di Jalan Kaligangsa Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mengeluhkan kalau pembeli yang mampir di musim mudik tahun ini turun drastis ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Ia mengaku, sebagaimana dilansir Antara,”Tahun ini jualannya turun, ndak seperti tahun lalu. Banyak pemudik yang tidak berhenti, untuk beli telur asin dan bawang merah saya.
Ini sungguh berbeda dengan ketika sebelum tol Pejagan-Pemalang beroperasi tahun lalu. Banyak kendaraan yang keluar di pintu tol Brexit (Brebes Exit), mampir ke kiosnya, dan ini tentu mendongkrak pemasukan ketimbang hari biasanya.

“Waktu itu, paling tidak sehari minim 7-11 Kg, telur asin. Kalau tahun ini, kendaraan yang dari Brexit semakin jarang. Dampaknya langsung ke pedagang seperti saya”, ungkapnya lebih lanjut.
Wanita ini, menjajakan dagangan makanan khas Brebes dengan harga yang tergolong terjangkau dan bisa dipilih jadi oleh-oleh. Untuk telor asin rebus atau panggang, ia mematok harga 4.500 per butirnya, sedangkan bawang merah lokal khas brebes dipatok kisaran 35 ribu/kg.

Senada dengan yang disampaikan Sofiatun, Tjahyaningsih (36) yang juga berdagang komoditas yang sama, di wilayah Ketanggungan, Brebes. Menuturkan,”jauh sekali (penurunan omzetnya) dulu pas mudik, bisa habis paling nggak 10 kg tiap hari, kalau sekarang paling 3 kg saja sudah lumayan).

Nasib Sofiatun yang telah hampir 6 tahun berjualan di seberang pinto tol Brexit, juga Tjahyaningsih, dialami pula oleh Jaya (56) yang sehari hari juga menjual produk yang sama. Dia mengaku kalau sungguh tahun 2018 ini menjadi titik paling sulit untuk usahanya. Bagaimana tidak, ia berujar,”dulu bisa belasan kilo, sekarang, jangankan separuhnya saja tidak sampai”.

Mungkin sebagian besar pemudik sangat menikmati hadirnya tol Trans Jawa yang langsung menghubungkan Surabaya-Jakarta dan arah sebaliknya. Tetapi, dibalik padatnya arus mudik pantura ternyata tersimpan harapan bagi mereka yang sehari-hari mengantungkan hidupnya dari berjualan oleh-oleh khas kota-kota di Pantura. (sumber: www.merdeka.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penjual Telor Asin Brebes Keluhkan Turunnya Omzet Musim Mudik 2018 Ini"

Post a Comment